- 1
Siapkan data uji
Buat direktori sumber dan tujuan backup, kemudian tambahkan berkas contoh sebagai data yang akan dicadangkan.
bashmkdir -p ~/data-uji ~/backup echo "dokumen penting" > ~/data-uji/catatan.txt - 2
Buat arsip backup dengan tar
Cantumkan tanggal pada nama arsip untuk memudahkan identifikasi. Gunakan opsi `-tzf` untuk memverifikasi daftar isi arsip.
bashtar -czf ~/backup/data-$(date +%F).tar.gz -C ~ data-uji tar -tzf ~/backup/data-$(date +%F).tar.gz - 3
Sinkronkan data menggunakan rsync
Garis miring di akhir path sumber menandakan bahwa isi direktori yang disinkronkan, bukan direktori induknya.
Perhatian. Opsi `--delete` menghapus berkas tujuan yang tidak ditemukan pada sumber. Verifikasi path sumber dan tujuan sebelum menjalankan perintah.
bashrsync -av --delete ~/data-uji/ ~/backup/mirror/ - 4
Jadwalkan pencadangan dengan cron
Tambahkan entri pada crontab untuk menjalankan pencadangan setiap hari pukul 02.00. Dalam crontab, karakter `%` pada perintah perlu di-escape sebagai `\%`.
bashcrontab -e crontab -ltemplate0 2 * * * tar -czf $HOME/backup/data-$(date +\%F).tar.gz -C $HOME data-uji - 5
Validasi pemulihan backup
Backup belum dapat dianggap valid sebelum proses pemulihan berhasil dan hasilnya dibandingkan dengan data sumber.
bashmkdir ~/restore tar -xzf ~/backup/data-$(date +%F).tar.gz -C ~/restore diff -r ~/data-uji ~/restore/data-uji && echo "Restore OK"Restore OK
- 6
Verifikasi eksekusi terjadwal
Tinjau log layanan cron dan daftar timer systemd untuk memastikan tugas terjadwal berjalan sesuai konfigurasi.
bashjournalctl -u cron --since today systemctl list-timers