- 1
Periksa alamat IP dan rute
Pada tabel rute, entri `default via` menunjukkan gateway yang digunakan untuk mengakses jaringan di luar subnet lokal.
baship -br a ip routeContoh entri: default via 10.0.2.2 dev enp0s3
- 2
Periksa konfigurasi DNS
Gunakan `systemd-resolved` untuk memeriksa server DNS aktif dan menguji resolusi nama domain.
bashresolvectl status resolvectl query ubuntu.com - 3
Isolasi gangguan routing dan DNS
Jika konektivitas ke alamat IP berhasil tetapi akses berbasis nama domain gagal, periksa resolusi DNS. Jika keduanya gagal, lanjutkan pemeriksaan rute, gateway, dan adapter jaringan.
bashping -c 3 8.8.8.8 ping -c 3 ubuntu.com - 4
Telusuri jalur jaringan
Perintah `tracepath` menampilkan lompatan jaringan (hop) menuju host tujuan untuk membantu mengidentifikasi titik gangguan.
bashtracepath ubuntu.com - 5
Validasi layanan SSH
Pastikan layanan SSH berstatus `active (running)` sebelum melakukan koneksi jarak jauh.
bashsystemctl status ssh - 6
Uji koneksi dari komputer host
Jalankan perintah dari terminal sistem host, bukan dari konsol mesin virtual.
bashssh budi@192.168.56.101 - 7
Buat dan pasang kunci SSH
Jalankan perintah pada komputer host. Setelah kunci publik terpasang di server, autentikasi berbasis kunci dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada kata sandi.
bashssh-keygen -t ed25519 ssh-copy-id budi@192.168.56.101 - 8
Nonaktifkan autentikasi kata sandi
Pada `/etc/ssh/sshd_config`, atur `PasswordAuthentication` menjadi `no`. Validasi sintaks konfigurasi sebelum memuat ulang layanan.
Perhatian. Pastikan autentikasi menggunakan kunci SSH sudah berhasil pada sesi terminal lain sebelum menonaktifkan kata sandi. Kesalahan konfigurasi dapat mengunci akses SSH; konsol VirtualBox tetap menjadi jalur pemulihan.
bashsudo nano /etc/ssh/sshd_config sudo sshd -t sudo systemctl reload ssh