- 1
Periksa status firewall
Tinjau status dan kebijakan UFW sebelum membuat perubahan. Pada kondisi awal modul ini, firewall diasumsikan belum aktif.
bashsudo ufw status verboseStatus: inactive
- 2
Tetapkan kebijakan default
Terapkan kebijakan untuk menolak koneksi masuk yang tidak diizinkan secara eksplisit dan mengizinkan koneksi keluar.
bashsudo ufw default deny incoming sudo ufw default allow outgoing - 3
Izinkan koneksi SSH
Tambahkan aturan SSH sebelum mengaktifkan firewall agar akses administrasi jarak jauh tetap tersedia.
Perhatian. Mengaktifkan firewall tanpa aturan SSH yang sesuai dapat memutus sesi administrasi jarak jauh.
bashsudo ufw allow OpenSSH - 4
Izinkan lalu lintas HTTP
Buka port TCP 80 untuk mengizinkan akses HTTP ke layanan Nginx.
bashsudo ufw allow 80/tcp - 5
Aktifkan dan audit aturan UFW
Konfirmasi aktivasi firewall, lalu tinjau aturan bernomor untuk memastikan kebijakan yang diterapkan sesuai kebutuhan.
bashsudo ufw enable sudo ufw status numbered - 6
Batasi sumber koneksi administratif
Batasi akses SSH ke subnet host-only. Tinjau nomor aturan aktif dengan `ufw status numbered` sebelum menghapus aturan yang terlalu luas.
bashsudo ufw allow from 192.168.56.0/24 to any port 22 proto tcp sudo ufw delete 1 - 7
Validasi konektivitas dari host
Uji endpoint HTTP dari komputer host dan pastikan hanya layanan yang diizinkan dapat diakses sesuai kebijakan firewall.
bashcurl -I http://192.168.56.101 - 8
Aktifkan pencatatan firewall
Aktifkan logging untuk membantu analisis paket yang diblokir, lalu periksa entri terkait melalui journal kernel.
bashsudo ufw logging on journalctl -k | grep "UFW BLOCK"