- 1
Analisis penggunaan kapasitas dan inode
Tinjau kolom penggunaan kapasitas dan inode. Sistem dapat gagal membuat berkas baru meskipun ruang disk masih tersedia apabila inode telah habis.
bashdf -h df -i - 2
Identifikasi direktori dengan penggunaan terbesar
Opsi `-x` membatasi analisis pada filesystem yang sama. Lanjutkan pemeriksaan pada direktori dengan kontribusi penggunaan terbesar.
bashsudo du -xh /var --max-depth=1 | sort -rh | head - 3
Temukan berkas berukuran besar
Cari berkas yang berukuran lebih dari 100 MB pada filesystem yang sedang diperiksa.
bashsudo find / -xdev -type f -size +100M -exec ls -lh {} + 2>/dev/null - 4
Tambahkan disk virtual
Matikan VM, buka Settings > Storage pada VirtualBox, lalu tambahkan disk virtual 5 GB. Nyalakan VM kembali dan identifikasi perangkat baru.
bashlsblkContoh: perangkat baru terdeteksi sebagai `/dev/sdb` tanpa partisi.
- 5
Buat partisi, format, dan mount disk
Buat tabel partisi GPT, format partisi dengan filesystem ext4, lalu pasang filesystem pada `/mnt/data`.
Perhatian. Pastikan `/dev/sdb` benar-benar merupakan disk baru dengan memeriksa output `lsblk`. Perintah `mkfs` akan menghapus data pada partisi target.
bashsudo parted /dev/sdb --script mklabel gpt mkpart data ext4 0% 100% sudo mkfs.ext4 /dev/sdb1 sudo mkdir /mnt/data sudo mount /dev/sdb1 /mnt/data df -h /mnt/data - 6
Konfigurasikan mount persisten melalui fstab
Ambil UUID partisi menggunakan `blkid`, ganti placeholder `GANTI_UUID`, lalu validasi konfigurasi dengan `mount -a` sebelum melakukan reboot.
Perhatian. Entri `/etc/fstab` yang tidak valid dapat menyebabkan masalah saat boot. Jika `mount -a` menampilkan error, perbaiki konfigurasi sebelum melakukan reboot.
bashsudo blkid /dev/sdb1 echo "UUID=GANTI_UUID /mnt/data ext4 defaults 0 2" | sudo tee -a /etc/fstab sudo mount -a